mandiri syariah
Veda Praxis
Veda Praxis

Indonesia di 100 Tahun Kedua

Jurnal Kasyaf diterbitkan oleh Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, adalah media informasi dan komunikasi masalah sosial, ekonomi, dan bisnis dalam perspektif Islam, dengan konten utama tulisan pemikiran populer, ringkasan hasil penelitian, serta gagasan orisinal. Redaksi mengundang semua komponen masyarakat untuk berkontribusi tulisan. Tulisan dalam Jurnal Kasyaf tidak selalu mencerminkan pendapat PUSDI EBI FEB Unpad. Redaksi dapat mengedit tulisan tanpa mengubah maksud dan isinya. 

MUQADDIMAH

Assalamualaikum wr.wb.

Segala puji hanya untuk Allah SWT, Penguasa ruang dan waktu yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah Muhammad SAW, cahaya bagi semesta alam serta inspirasi dan teladan umat manusia dalam ikhtiar membangun masa depan. 

Bersamaan waktu dengan hari pahlawan 10 November, dengan bahagia kami persembahkan ke hadapan pembaca edisi perdana Jurnal Kasyaf sebagai jurnal populer pemikiran ekonomi Islam. Di tengah minimnya ketersediaan jurnal populer pemikiran umat Islam yang ada saat ini di Indonesia, kami berharap Jurnal Kasyaf ini menjadi bacaan yang dapat diterima dan menarik untuk dibaca oleh umat Islam dan bangsa Indonesia. Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran selama ini telah menerbitkan secara berkala Jurnal Akademik Ekonomi dan Bisnis Islam. Namun kami menyadari bahwa gaya bertutur dan metode pembahasan jurnal akademik hanya eksklusif menjangkau pembaca di dunia akademik  saja. Menyadari bahwa ilmu yang dikaji di kampus harus dapat membantu masyarakat (1) untuk lebih mengenal dan taat kepada Allah, (2) untuk  lebih memiliki adab yang mulia, dan (3) untuk mampu menegakkan keadilan sosial (sifat emansipatoris dari ilmu), maka kami terbitkan Jurnal Kasyaf sebagai jurnal populer pemikiran ekonomi Islam yang kami harapkan dapat menjangkau khalayak pembaca yang lebih luas di masyarakat dalam rangka pencapaian tiga tujuan kajian ilmu tersebut diatas. Jurnal Kasyaf direncanakan terbit insya Allah setiap enam bulan. 

Kami berpendapat bahwa bangsa Indonesia saat ini memiliki tiga persoalan mendasar: (1) Ketimpangan sosial yang semakin parah (2) Ketergantungan tinggi kepada pihak asing, dan (3) Budaya korupsi yang akut. Melalui jurnal Kasyaf ini, kami ingin berkomunikasi dengan masyarakat dalam memformulasi dan mengeksekusi visi dan strategi keadilan, kemandirian, serta strategi kebudayaan sebagai jawaban terhadap tiga persoalan mendasar tersebut dengan menjadikan Islam sebagai paradigma dan metodologi.

Dalam edisi perdana ini, kami mengangkat tema tentang Indonesia di 100 Tahun Kedua. Kami ingin menyajikan deskripsi situasi strategis Indonesia saat ini dan dengan itu melakukan prediksi tentang apa dan bagaimana Indonesia di 100 tahun kedua sebagai konsekuensi dari situasi saat ini. Karena kita sebagai bangsa memiliki tujuan hidup bersama, maka preskripsi tentang apa yang harus dilakukan agar tujuan tersebut dapat terwujud di 100 tahun kedua juga mewarnai konten 11 tulisan yang tersaji.

Dimulai dengan tulisan Radhar Panca Dahana tentang pertanyaan dan prediksi kebudayaan, karena sejatinya aktivitas berbangsa adalah membangun kebudayaan dimana ekonomi hanyalah menjadi kaki dan instrumen pendukung. Selanjutnya masalah mendasar ketimpangan sosial dan ketergantungan tinggi kepada asing disorot oleh tulisan Didin S Damanhuri, Arif Budimanta, Marwan Batubara dan juga Yudi Latif. Tiga yang pertama membahas aspek keadilan ekonomi dan cara keluar dari jebakan ketergantungan kepada asing dengan membangun kemampuan produksi, sementara Yudi Latif menyoroti tata nilai, tata kelola dan tata sejahtera bangsa melalui pembumian dan pengamalan sila-sila dalam Pancasila sebagai kontrak sosial kita. Adian Husaini mengingatkan kita untuk melaksanakan katakata dalam sistem pendidikan nasional sebagai jantung kebudayaan dimana manusia taqwa adalah tujuannya dan membangun adab adalah strategi mencapainya. 

Selanjutnya Fachry Ali menganalisis tentang masa depan umat Islam di Indonesia dengan menitikberatkan pendidikan sebagai leverage posisi dan peran signifikan umat Islam di Indonesia. Firman Jatnika dan Erie Febrian secara khusus membahas dinamika eksternal dan internal perbankan Islam melalui satu model yang dapat digunakan untuk memperkuat posisi perbankan Islam dalam perekonomian nasional, mengingat inklusifitas lembaga keuangan menjadi salah satu cara mengatasi ketimpangan sosial, sementara porsi akumulasi dana masyarakat oleh perbankan Islam tidak bergerak melampaui 6 persen dari total dana masyarakat yang dihimpun lembaga keuangan nasional, padahal sudah lebih dari 25 tahun kehadiran perbankan Islam di Indonesia.

Edisi perdana ini juga memuat pandangan dari Ana Nur Faizah dan Naufal Muttaqien Shidiq, dua orang mahasiswa S1 dimana generasi merekalah yang akan dominan berperan di Indonesia di 100 tahun kedua. Ana membahas tentang pengembangan sumber daya insani di Indonesia sementara Muttaqien fokus kepada keadilan sosial dan keadilan ekologi dalam pembangunan ekonomi. Sebagai rubrik penutup, IGG Maha S. Adi menyajikan resensi dari buku tulisan M. Dawam Rahardjo tentang pemikiran ekonomi politik Sumitro Djojohadikusumo. Intinya, edisi perdana ini ingin menyajikan potret besar tentang Indonesia saat ini dan prediksi serta preskripsi masa depannya di 100 tahun kedua. Potret besar ini selanjutnya akan dibahas lebih mendalam secara tematik pada edisi-edisi berikutnya dengan titik tekan kepada pembahasan ekonomi untuk mewujudkan visi dan strategi keadilan, kemandirian dan kebudayaan. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali hanya dari Allah. Selamat membaca.

Syaiful Rahman Soenaria

November 2019 – Ramalan profetik, sains yang futuristik atau futurologi dalam ilmu sosial, hingga fiksi tentang masa depan Indonesiadalam bentuk prosa, puisi, komik, film, dan lainnya—masih langka di negeri ini. Sementara…

November 2019 – “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan…

November 2019 – “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, yang mestinya dikuasai oleh negara, jatuh ke tangan…

November 2019 – Ada tiga faktor mengapa kita harus menghawatirkan Indonesia bisa masuk dalam ‘jebakan negara berpendapatan Menengah (middle income trap)’, yakni berakhirnya era pertumbuhan tinggi…

November 2019 – Terjadinya konsentrasi kekayaan dan sumber-sumber pendapatan di tengah masyarakat merupakan persoalan yang tak kunjung usai di Indonesia. Berakhirnya kekuasaan rezim Orde Baru, sejatinya…

November 2019 – Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang cukup besar yang jika dikelola dengan baik diyakini hasilnya akan dapat meningkatkan…

November 2019 – Dan jika model gerakan 1912 melahirkan efek samping rangka dasar kemasyarakatan tingkat bangsa “Indonesia”, gerakan umat Islam dewasa ini cenderung melahirkan perselisihan justru di dalam lingkup negara-bangsa Indonesia….

November 2019  Perusahaan harus terhubung dengan pelanggan untuk membuat mereka sadar akan perubahan eksternal dan meng-ekstraksi ide, informasi, dan pengetahuan pelanggan. CKM memberi umpan balik khusus bagi perusahaan untuk tetap mengetahui kebutuhan pelanggan….

November 2019 – pembangunan saat ini bersifat degeneratif, yang bertolak dengan tujuan yaitu pembangunan berkeadilan. Pembangunan degeneratif mengacu pada kemajuan di satu sisi, namun terdapat kemunduruan atau kerugian di satu sisi yang lainnya…..

November 2019 – Tuntutan “women must be perfect” dalam kebudayaan kita, dengan anggapan kelak perempuan akan menjadi istri dan ibu, membuat wanita takut dalam mencoba…..

November 2019  Buku ini melacak sejarah pemikiran (history of ideas) Profesor Soemitro Djojohadi-kusumo, sehingga lebih bersifat historis daripada filosofis. Bagaimana menjelaskan pemikiran Sumitro dalam sejarah perkembangan ekonomi Indonesia?…..

November 2019 Kematian adalah sebuah desain Tuhan (prinsipal) untuk manusia sebagai hambaNYA (agen). Dan kematian adalah desain insentif yang terbaik dalam sejarah peradaban manusia, agar perilakunya sebagai agen di dunia dapat sesuai dengan kehendak prinsipal (Tuhan).

November 2019 – Di Indonesia yang filsafat ekonominya adalah Demokrasi Ekonomi dalam realitasnya sistem ekonomi yang berlaku belum mencapai derajat demokrasi ekonomi yang cukup tinggi. Namun landasan demokrasi itu telah dicoba diwujudkan dari waktu ke waktu dalam arsitektur perekonomiannya. Karena itu maka Indonesia dewasa ini sedang berada dalam proses demokratisasi ekonomi

November 2019 – Pada tahun 2010 Kanselir Jerman Angela Merkel secara mengejutkan berpidato bahwa multikultur di Jerman telah gagal. Dan dengan demikian Jerman mengambil arah kebijakan integrasi, dalam arti setiap imigran yang menetap dan beraktivitas di Jerman diminta dan difasilitasi untuk berintegrasi dengan budaya, sistem nilai dan identitas Jerman.

November 2019 – Idealnya, tidak ada dominasi atau bahkan eksploitasi dari satu pelaku terhadap pelaku lainnya. Ketiganya saling membutuhkan dan saling memberi manfaat. Melalui proses demokrasi politik, masyarakat memberikan mandat sekaligus mengontrol negara dalam melaksanakan perannya sebagai regulator dan wasit bagi perusahaan.